Kamis, 04 April 2013

biaya relevan untuk pengambilan keputusan



Informasi akuntansi diferensial merupakan informasi akuntansi yang terkait dengan pemilihan alternatif. Informasi akuntansi ini merupakan taksiran atas perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu.

Ciri Informasi Akuntansi Diferensial:
1.      Informasi masa yang akan datang
2.      Adanya unsur yang berbeda diantara alternatif yang tersedia
3.      Mengambil keputusan mengenai alternatif tindakan terbaik


Biaya Diferensial:
Pemahaman biaya diferensial seringkali rancu dengan konsep biaya yang dikembangkan dalam akuntansi biaya seperti: relevant cost, future cost, out of pocket cost, sunk cost, opportunity cost, incremental cost.

1.Biaya diferensial versus Biaya relevan
Biaya relevan merupakan biaya yang akan terjadi karena sebuah keputusan, sedangkan biaya diferensial menyangkut informasi yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang akan dipilih dan bersifat unik.

2.Biaya diferensial versus Biaya masa akan datang
Biaya masa akan datang merupakan biaya yang diharapkan akan terjadi dimasa mendatang dan jumlahnya harus diestimasikan, pertimbangannya:
§ Biaya yang dapat dikendalikan oleh manajemen
§ Biaya ini harus direncanakan (budget cost)
§ Biaya ini untuk mendukung aktivitas tertentu/diharapkan

3.Biaya diferensial versus Biaya variabel
Biaya variabel merupakan biaya yang berubah secara proporsional dengan tingkat kegiatan, sedangkan biaya diferensial selalu terkait dengan alternatif yang sedang dipertimbangkan untuk dipilih.

4.Biaya diferensial versus Biaya tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya tidak berubah dengan adanya perubahan volume aktivitas. Dalam pengambilan keputusan jangka pendek biaya tetap mungkin merupakan biaya diferensial atau mungkin tidak, hal ini tergantung apakah biaya tersebut dapat ditelusuri ke obyeknya.

5.Biaya diferensial versus Biaya depresiasi
Depresiasi merupakan alokasi biaya secara periodik atas kos aktiva tetap yang diperoleh diwaktu yang lampau. Depresiasi muncul karena keputusan investasi modal jangka panjang, karena itu dalam pengambilan keputusan jangka pendek biaya depresiasi dapat diabaikan.


6.Biaya diferensial versus Biaya tambahan
Biaya tambahan suatu alternatif adalah tambahan biaya yang akan terjadi jika suatu alternatif yang berkaitan dengan perubahan volume aktivitas dipilih.

7.Biaya diferensial versus Biaya kesempatan
Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu.

8.Biaya diferensial versus Biaya tunai
Out of pocket cost adalah jenis biaya yang memerlukan pengeluaran kas saat sekarang atau dalam jangka pendek sebagai akibat keputusan manajemen.
Kesimpulan:
§ Biaya diferensial merupakan biaya masa yang akan datang
§ Dipengaruhi oleh pengambilan suatu keputusan manajemen
§ Selalu relevan dengan alternatif pilihan keputusan
§ Memberi manfaat lebih baik

Model Pengambilan Keputusan Jangka Pendek          :
1.   Komposisi Produk
2.   Membeli atau membuat sendiri suatu produk
3.   Menjual atau Memproses Lebih Lanjut suatu produk
4.   Menghentikan atau Melanjutkan produk/aktivitas tertentu
5.   Menerima atau menolak pesanan khusus
6.   Perencanaan Laba

ΓΌ  Menghentikan atau Melanjutkan Produk Tertentu
Proses pengambilan keputusan terhadap alternatif menghentikan atau melanjutkan produk atau kegiatan tertentu dapat terjadi, jika perusahaan memiliki lini produk, memiliki divisi yang berpotensial menyumbangkan kerugian, dengan pertimbangan:
§ Pendapatan differensial dan biaya differensial yang hilang
§ Manfaat biaya terhindar yg diperoleh

Jika lini produk harus ditutup, perlu dipertimbangkan berbagai kemungkinan:
§ Kontribusi pendapatan yang dikorbankan
§ Manfaat biaya yang dapat dihindarkan
§ Biaya yang tidak dapat dihindarkan
§ Total manfaat yang diperoleh







Contoh Soal I

PT. WIRAYUDA
Laporan Laba-rugi Per Lini Produk
Periode Semester I Tahun 2008

Keterangan
Produk A
Produk B
Produk C




Penjualan
500.000.000
250.000.000
250.000.000
Biaya Variabel
260.000.000
105.000.000
115.000.000




Laba Kontribusi
240.000.000
145.000.000
135.000.000




Biaya tetap terhindarkan
120.000.000
80.000.000
110.000.000
Biaya tetap tak terhindar
30.000.000
30.000.000
30.000.000
Total biaya tetap
150.000.000
110.000.000
140.000.000




Laba bersih
90.000.000
35.000.000
- 5.000.000

            Total Laba bersih dari PT. Wiarayuda (A + B + C) adalah Rp  120.000.000


INFORMASI AKUNTANSI UNTUK PRODUK “C”

Keterangan
Jumlah


 Manfaat Biaya:   

 Biaya variable
115.000.000
 Biaya tetap yang terhindarkan
110.000.000
 Total manfaat
225.000.000


 Pengorbanan (pendapatan yg hilang)
250.000.000


 Manfaat bersih
- 25.000.000

  Kesimpulan:
Jika produk “C” dihentikan,  potensi rugi akan bertambah sebesar Rp  25.000.000 karena perusahaan telah kehilangan potensi laba yang disumbangkan oleh produk “C” melalui laba kontribusi sebesar Rp 25.000.000.
Alternatif yang disodorkan adalah perlunya mengatur pembebanan biaya tetap ke masing masing lini produk bukan atas dasar nilai omzet penjualan, tetapi menggu nakan alokasi atas dasar kemampuan dari masing masing produk yang tercermin melalui perolehan laba kontribusi yang disumbangkan oleh masing masing lini produk tersebut, sehingga perhitungan laba-rugi dari semua lini menjadi tidak rugi dan total laba tetap tidak berubah. 

Solusi Alternatif:

PT. WIRAYUDA
Laporan Laba-rugi Per Lini Produk
Periode Semester I Tahun 2008

Keterangan
Produk A
Produk B
Produk C




Penjualan
500.000.000
250.000.000
250.000.000
Biaya Variabel
260.000.000
105.000.000
115.000.000




Laba Kontribusi
240.000.000
145.000.000
135.000.000




Biaya tetap terhindarkan
120.000.000
80.000.000
110.000.000
Biaya tetap tak terhindar*
41.538.000
25.096.000
23.366.000
Total biaya tetap
161.538.000
105.096.000
133.366.000




Laba bersih
78.462.000
39.904.000
1.634.000

            Catatan:
            ■ Total Laba bersih tetap sebesar Rp 120.000.000, tidak ada lini produk rugi
            ■ Biaya tetap tak terhindar dibebankan atas dasar perbandingan laba kontribusi















Contoh Soal II

PT. Cosmetica Indonesia bergerak dalam bidang industri kecantikan untuk jenis produk : Lipstik, Bedak dan Eye Shadow. Saat ini perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menghentikan produk lipstik yang selalu merugi.

PT. COSMETICA INDONESIA
Laporan Laba-rugi Per Lini Produk
Periode Semester I Tahun 2008

Dalam Ribuan Rupiah
Lipstik
Bedak
Eye Shadow
Total
Penjualan
40.600
75.600
58.000
174.200
Biaya Variabel
27.335
40.825
31.900
100.600
Margin Contribusi
13.265
34.775
26.100
74.140
Biaya Tetap :




Dapat Dihindarkan
7.985
8.465
6.525
22.975
Tdk Dpt Dihindarkan
8.120
15.120
11.600
34.840
Total Biaya Tetap
16.105
23.585
18.125
57.815
Laba – Rugi
(2.840)
11.190
7.975
16.325


Jika perusahaan menghentikan lini produksi lipstik, maka    :

Dalam Ribuan Rupiah
Bedak
Eye Shadow
Total
Penjualan
75.600
58.000
133.600
Biaya Variabel
40.825
31.900
72.725
Margin Contribusi
34.775
26.100
60.875
Biaya Tetap :



Dapat Dihindarkan
8.465
6.525
14.990
Tdk Dpt Dihindarkan
19.714,85
15.125,15
34.840
Total Biaya Tetap
28.179,85
21.650,15
49.830
Laba – Rugi
6.595,15
4.449,85
11.045

Biaya Tidak Dapat Dihindarkan          :
-          Bedak              : 15.120/26.720 x 8.120 = 4.594,85 + 15.120 = 19.174,85
-          Eye Shadow     : 11.600/26.720 x 8.120 = 3.525.15 + 11.600 = 15.125,15
  26.720                                 8.120                     34.830

Dari analisis diatas ,terlihat bahwa seolah-olah PT. Cosmetica Indonesia akan menghemat Rp 2.800.000,- jika produk lipstik dihentikan. Tetapi menurut analisis diatas juga menunjukkan jika produk lipstik dihentikan akan terjadi penurunan pendapatan sebesar Rp 5.280.000,-
Dari (Rp 16.325.000,- menjadi Rp 11.045.000,-).

Kesimpulannya :
Sebaiknya manajemen mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan produksi lipstik, karena pendapatan produk lipstik bisa menutupi biaya variabel, biaya tetap tanggungan masing-masing, biaya tanggungan bersama serta dapat memberikan laba.

Minggu, 30 September 2012

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA



-          Efek-efek ekonomis koperasi
-          Efek harga dan efek biaya
-          Analisis hubungan efek ekonomis dan keberhasilan koperasi
-          Penyajian dan analisis neraca pelayanan

·         Efek-efek ekonomis koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan
anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan  penjual/ pembeli di luar koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi:
1.  Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
2.  Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan dibanding yang diperolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

·         Efek Harga dan Efek Biaya
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.

Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

Istilah partisipasi dikembangkan untuk menyatakan atau menunjukkan peran serta (keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karena itulah partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi.

Dimensi-dimensi partisipasi dijelaskan sebagai berikut:

a. Dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya
Dipandang dari segi sifatnya, partisipasi dapat berupa, partisipasi yang dipaksakan (forced) dan partisipasi sukarela (foluntary). Jika tidak dipaksa oleh situasi dan kondisi, partisipasi yang dipaksakan (forced) tidak sesuai dengan prinsip koperasi keanggotaan terbuka dan sukarela serta manajemen demokratis. Partisipasi yang sesuai pada koperasi adalah partisipasi yang bersifat sukarela.
b. Dimensi partisipasi dipandang dari bentuknya

Dipandang dari sifat keformalannya, partisipasi dapat bersifat formal (formal participation) dan dapat pula bersifat informal (informal participation). Pada koperasi kedua bentuk partisipasi ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.

c. Dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaannya
Dipandang dari segi pelaksanaannya, partisipasi dapat dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Pada koperasi partisipasi langsung dan tidak langsung dapat dilaksanakan secara bersama-sama tergantung pada situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku. Partisipasi langsung dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas koperasi (membeli atau menjual kepada koperasi), memberikan saran-saran atau informasi dalam rapat-rapat, memberikan kontribusi modal, memilih pengurus dan lain-lain. Partisipasi tidak langsung terjadi apabila jumlah anggota terlampau benyak, anggota tersebar di wilayah kerja koperasi yang terintegrasi, sehingga diperlukan perwakilan-perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya.

d. Dimensi partisipasi dipandang dari segi kepentingannya
Dari segi kepentingannya partisipasi dalam koperasi dapat berupa partisipasi kontributis (contributif participation) dan partisipasi intensif (incentif participation). Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai akibat dari peran ganda anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan.

Dalam kedudukannya sebagai pemilik:

1.       Para anggota memberikan kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan (penyerahan simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela atau dana-dana pribadi yang diinvestasikan pada koperasi).
2.       Mengambil bagian dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap jalannya perusahaan koperasi. Partisipasi semacam ini disebut juga partisipasi kontributif.

Dalam kedudukannya sebagai pelanggan/pemakai, para anggota memanfaatkan berbagai potansi pelayanan yang disediakan oleh perusahaan koperasi dalam menunjang kepentingannya. Partisipasi ini disebut partisipasi insentif.

Menurut Hanel (1989) insentif dan kontribusi anggota perseorangan terhadap koperasinya dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

1.       Peningkatan pelayanan yang efisien melalui penyediaan barang dan jasa oleh perusahaan koperasi akan menjadi perangsang pernting bagi anggota untuk turut memberikan kontribusinya bagi.
2.       Kontribusi para anggota dalam.

Cara meningkatkan koperasi dapat dilakukan beberapa kegiatan seperti:

a. Menyediakan barang-barang atau jasa-jasa yang dibutuhkan oleh anggota yang relatif lebih baik dari para pesaingnya di pasar.

b.   Meningkatkan harga pelayanan kepada anggota, misalnya:
·     Menetapkan harga jual yang relatif lebih murah dari harga umum
·     Harga beli yang relatif lebih tinggi dari harga umum
·     Pemberian bunga kredit yang lebih rendah dari bunga umum
·     Pemberian bunga tabungan minimal sam dengan tingkat bunga umum disertai pelayanan yang lebih baik
·     Pemberian diskon atau potongan harga untuk anggota
·     Menurunkan biaya yang harus dibayar anggota pada saat pembelian barang atau penjualan bahan melalui pelaksanaan pembelian atau penjualan di tempat pelayanan anggota yang mendekati tempat tinggal anggota.

c. Menyediakan barang-barang yang tidak tersedia di pasar bebas wilayah koperasi atau tidak disediakan oleh pemerintah.

d. Berusaha memberikan deviden per anggota (SHU per anggota) yang meningkat dari waktu ke waktu.

e. Memperbesar alokasi dana dari aktivitas bisnis koperasi dengan non anggota melalui pemberian kredit dengan bunga yang relatif lebih murah dan jangka waktu pemngembalian relatif lama.
f. Menyedihkan berbagai tunjangan (bila mampu) keanggotaan, seperti tunjangan hari raya, tunjangan kesehatan dan lain-lain.

Meningkatkan partisipasi kontributif anggota dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara:
1.       Menjelaskan tentang maksud, tujuan perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan.

2.       Meminta tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan.

3.       Meminta informasi tentang segala sesuatu dari semua anggota dalam usaha membuat keputusan dan mengambil keputusan.

4.       Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota dalam pengambilan keputusan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi kontributif keuangan bersamaan dengan meningkatkan partisipasi insentif, yaitu:

1.       Memperbesar peranan koperasi dalam usaha anggota dengan menciptakan manfaat ekonomi yang meningkat dari waktu ke waktu.

2.       Memperbesar rate of return melalui usaha yang sungguh-sungguh dan profesionil.

3.       Membangun dan meningkatkan kepercayaan anggota terhadap manajemen koperasi melalui:
-          Pemilihan pengurus dan pengelola yang mempunyai kemampuan manajerial, jujur dan dapat dipercaya,
-          Melaksanakan catatan pembukuan yang jelas dan transparan, dan
-          Memperbesar kepentingan anggota untuk mengaudit koperasi.

Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:

I.                    Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.

II.                  Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.

III.        Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

·         Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang dikejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.

Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima oleh anggota. Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang didapat oleh anggota tersebut.

·         Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan-tantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinue disesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.

1.          Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).

2.          Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan oleh koperasi.

Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar daripada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang datang terutama dari anggota koperasi.


oleh :
Rendi Cahya Putra, Npm.27211876
Reni Septiana Rayyat, Npm.27211877

Rabu, 15 Agustus 2012

Jembatan yang mirip seperti dikisah nabi Musa


Lembaga arsitek di Belanda membangun sebuah jembatan yang terinspirasi dari cerita ketika Nabi Musa membelah Laut Merah. Jembatan yang berada di tengah air tersebut membelah sebuah kali di Halsteren, Belanda.


Jembatan tersebut digarap lembaga arsitek RO&AD. Bangunan bernama Jembatan Musa itu dibangun sebagai akses menuju sebuah hutan abad ke-17 di Halsteren.


Juru bicara RO&AD, Ad Kil, mengatakan, “Konstruksi jembatan ini seluruhnya terbuat dari kayu tahan air dengan kertas timah. Jembatan itu terbentang seperti selokan yang dibangun untuk terlihat menyatu dengan gambaran lanskapnya.”


Untuk mencegah tidak dimasuki air, RO&AD melengkapi jembatan itu dengan pompa khusus.


Jika dilihat dari kejauhan, jembatan tersebut tidak terlihat karena berada di air. Jembatan Musa merupakan bagian dari The West Brabant Water Line yang terdiri dari serangkaian benteng pertahanan di Halsteren.


Ditugasi merenovasi The West Brabant Water Line, RO&AD memutuskan untuk tidak merombak desain aslinya. Mereka pun membangun jembatan tersebut.


“Ketika Anda mendekat, benteng tersebut menyambut Anda melalui sebuah selokan kecil. Lalu, Anda berjalan menuju gerbang benteng seperti Musa di dalam air,” kata Ad Kil.

Berikut Fotonya :








Ingin Cantik ya harus Apik

Tentunya kalian sudah tahu dong trend dari zaman ke zaman. Mulai dari gaya rambut, baju, tas , sepatu, kalung, gelang, gadget, make up, sampai ke kontak lens.
Banyak jenis, merek, bentuk,ukuran,harga dan kualitas yang ditawarkan oleh produsen dari produk-produk tersebut kepada konsumen.
Sebut saja kontak lens atau yang biasa kita kenal dengan softlens. Barang tersebut banyak diminati kaum pria ataupun wanita karena dapat menyulap penampilan si pemakai barang tersebut. Mata menjadi lebih indah menarik dan terkesan seksi. Apalagi untuk orang yang mengalami mata yang mines,silinder,plus,dsb.. mereka tidak perlu lagi repot-repot menggunakan kacamata yang kelamaan dipakai bisa membuat mata lelah dan berat.

Tapi taukah kalian bahaya menggunakan kontak lens ?
Kontak lens dapat menyebabkan infeksi mata yang disebabkan oleh Acanthamoeba Castellani. Penyakit infeksi ini dinamakan Acanthamoeba Keratitis.

Acanthamoeba Catellani ini merupakan bakteri yang bisa berkembang di air yang terkontaminasi.Nah, kontaminasi ini biasa terjadi pada tempat penyimpanan softlens Anda. Maka dari itu diwajibkan untuk selalu menjaga kehigienisan softlens dan tempat penyimpanan softlens Anda.

Selain penyakit yang ditimbukan oleh bakteri tadi, masih banyak lagi bahaya yang disebabkan oleh softlens.
Salah satu contoh adalah banyak terjadi kebutaan permanen yang disebabkan oleh pemakaian softlens di hawa panas. Hawa panas sangat mudah untuk membuat softlens yang terbuat dari plastik tipis ini mencair.
Saat mencair, secara otomatis cairan plastik softlens yang panas tersebut masuk kemata dan merusak jaringan mata. Softlens yang mencair tersebut pun dalam merekat kencang pada mata dan sangat sulit untuk dilepaskan. Sehingga orang yang mengalami kejadian mengerikan seperti ini sudah dapat dipastikan buta permanen.
Saat menggunakan softlens di depan komputer dalam jangka waktu lama, akan menyebabkan timbulnya belekan pada mata dan lama kelamaan pandangan mata menjadi kabur.

Selain itu softlens yang mengandung air ini dapat menjadi kering lalu mengambil air di permukaan mata sehingga mata kita menjadi perih dan terasa kering.
Hal ini biasa terjadi di ruangan ber-AC, ruangan berhawa panas, terkena debu, dan terkena asap rokok. Hal ini memang bisa diatasi dengan meneteskan cairan softlens dan membersihkan softlens dari debu. Bagi mata yang mudah terkena iritasi disarankan untuk jangan terlalu lama menggunakan softlens.

Berikut ini adalah tips untuk mencegah terjadinya dampak buruk pada mata karena menggunakan kontak lens :

Sebelum memakai dan melepas cuci tangan sesempurna mungkin berulang-ulang. Cuci softlens dengan pembersihnya berulang minimum 2x. Kemudian guyur dengan agak banyak pembersih tersebut . Penggosokan dengan tangan pada permukaan softlens juga sangat penting meskipun saat ini banyak produk mencantumkan “ no – rub just rinse”. Dengan menggosok lensa tersebut, kita akan mengetahui seberapa bersih lensa tersebut telah dicuci.

Jangan dipakai tidur, ditempat berdebu dan berangin kencang, dan renang. Hati-hati untuk yang suka tidur dengan sengaja tidak melepas softlens… soflens tersebut bisa bergerak mengikuti gerakan mata Anda selagi Anda tidur. Bagaimana dengan yang mengendarai motor? Tidak dianjurkan, karena angin yang menerpa mata dari arah depan cukup kencang, mata Anda akan pedih. Tapi untuk perjalanan jarak pendek, its Ok lah, asal gunakan helm yang memiliki pelindung/ mika yang menutupi bagian mata.


Antara Skill, Knowledge, dan Attitude mana yang lebih penting?


Kadang kita susah membedakan mana yang harus kita utamakan antara : skill, knowledge dan attitude..
Disini kita akan membahas seberapa penting peran ketiganya dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam bidang pekerjaan..

Untuk mempermudah, marilah kita menggunakan perumpamaan belajar naik sepeda.
a. Anda dapat dikatakan sudah mempunyai knowledge (pengetahuan) jika kita tahu fungsi saddle (sadel) untuk duduk, handle bar (batang kemudi / setang) untuk mengendalikan arah roda depan, pedal berfungsi untuk mengubah tenaga otot dari ke kaki menjadi tenaga gerak yang memutar roda belakang, brake lever (tuas rem) berfungsi untuk mengubah tenaga otot dari telapak tangan menjadi tenaga gerak yang akan memperlambat putaran roda, dan lain-lain.

b. Mempunyai skill (keterampilan) bersepeda berarti Anda sudah dapat mengendarai sepeda, menjaga keseimbangan agar tidak jatuh kesamping kiri atau kanan, mengayuh sepeda dengan kecepatan yang diinginkan, mengendalikan sepeda ke arah yang dituju, dan menghentikan sepeda saat dibutuhkan.

c. Attitude (sikap) adalah kondisi mental yang akan membuat Anda mau tahu lebih jauh tentang bagian-bagian sepeda, fungsi masing-masing bagian sepeda, cara menggunakan bagian-bagian sepeda, mau belajar mengendarai sepeda, siap bangkit lagi saat terjatuh dalam latihan mengendarai sepeda, mau terus berlatih untuk meningkatkan ketrampilan bersepeda. Attitude pula yang akan membuat Anda mau mengayuh sepeda untuk berkeliling kota, menyusuri desa, bahkan keliling dunia. Kemungkinannya seperti menjadi tak terbatas.

Jadi sudah cukup jelas bukan, mana yang lebih penting di antara Skill, Knowledge dan Attitude? Knowledge dapat dipelajari, skill dapat dilatih bila Anda memiliki attitude (sikap mental) yang baik dan ingin maju.

Begitu pula bagi teman-teman yang ingin memulai bekerja , mulailah dengan attitude. Bila Anda sudah terbiasa menunjukkan sikap mental yang baik, motivasi yang kuat, maka Anda akan lebih mudah meyakinkan pewawancara kerja agar dapat diterima bekerja diperusahaan. Peganglah prinsip bahwa ‘perbedaan antara tahu dan tidak tahu seringkali hanya dengan 5 menit belajar’.